Tuesday, April 2, 2013

SISTEM TELEMUNIKASI (LAN, WAN, & MAN)


NAMA: Chori Oktavia
NIM: 115514207

12.1  Jaringan Komputer

Menurut definisi, yang dimaksud jaringan komputer adalah suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer. Atau dapat dijelaskan sebagai kumpulan beberapa komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui media perantara. Media perantara ini bisa berupa kabel ataupun tanpa kabel (nirkabel).
Untuk memudahkan memahami jaringan komputer, para ahli kemudia membagi jaringan komputer berdasarkan beberapa klasifikasi, diantaranya berdasarkan skala/area. Berdasarkan skala atau area, jaringan komputer dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :

  • LAN (Local Area Network)
  • MAN (Metropolitan Area Network) 
  • WAN (Wide Area Network) 
  • Internet
Tabel dibawah ini dapat digunakan untuk sekedar memberikan gambaran luas area LAN, MAN, WAN, dan Internet.
Tabel 6.1 Jaringan Komputer Berdasarkan Area

12.2  LAN (Local Area Network)

Local Area Network adalah jaringan lokal yang dibuat pada area tertutup. Misalkan dalam suatu gedung atau dalam suatu ruangan. Kadangkala jaringan lokal disebut juga jaringan privat. LAN biasanya digunakan untuk jaringan kecil yang menggunakan resource bersama-sama, seperti penggunaan printer bersama, dan penggunaan media penyimpaan bersama.


Gambar 6.1 Local Area Network

Untuk   membangun   sebuah   Local   Area   Network,   terdapat komponen yang harus disediakan, yaitu : 
  • End user
Merupakan sejumlah perangkat yang digunakan  oleh user sebagai media untuk visualisasi informasi baik berupa suara, gambar, tulisan, maupun video.

Gambar 6.2 End User
  • Perangkat Jaringan

Merupakan  sejumlah  perangkat  yang  digunakan  dalam  jaringan sebagai pemecah jaringan (hub, bridge, switch), mengatur perutingan jaringan (router), penguat jaringan (repeater), pengkonfersi data jaringan  (modem),  interface  end  user  dengan  jaringan  (NIC  & wireless adapter).

1. Hub
Hub merupakan perangkat yang  dapat menggandakan frame data yang berasal dari salah satu komputer kesemua port yang terdapat pada  hub  tersebut.  Sehingga  semua  komputer  yang  terhubung dengan port hub akan menerima data juga.

                                                                           Gambar 6.3 Hub

2. Repeater
Repeater merupakan contoh dari active hub. Repeater merupakan perangkat yang dapat menerima sinyal, kemudian memperkuat dan mengirim  kembali sinyal tersebut ke tempat lain. Sehingga sinyal dapat menjangkau area yang lebih jauh. Karena repeater bekerja pada   besaran   fisis   seperti   tegangan   listrik,   arus   listrik,   atau gelombang elektromagnetik, maka repeater termasuk dalam kategori peralatan yang bekerja pada layer fisik OSI.
Gambar 6.4 reapeater

3. Bridge
Bridge merupakan peralatan yang dapat menghubungkan beberapa segmen dalam sebuah jaringan. Berbeda dengan hub, bridge dapat mengenalai MAC Address tujuan. Sehingga ketika sebuah komputer mengirim data untuk komputer tertentu, bridge akan mengirim data melalui portyang terhugung dengan komputer tujuan saja. Ketika bridge belum mengetahui port yang terhubung dengan komputer tujuan, maka dia akan mencoba mengirim pesan broadcast ke semua port (kecuali port pengirim). Setelah port komputer tujuan diketahui maka untuk selanjutnya hanya port itu saja yang akan dikirim data. Bridge juga dapat memfilter traffic diantara dua segmen LAN. Bridge bekerja pada layer datalink.
Gambar 6.5 Bridge

4. Switch
Switch bekerja pada lapisan Data Link seperti halnya Bridge. Cara kerja switch sebetulnya mirip dengan Bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga switch sering disebut juga multiport bridge. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer ke hub, sehingga switch bisa dapat langsung untuk menggantikan hub. Jadi lalulintas yang keluar masuk ke port dapat langsung masuk ke jalan tol tanpa harus menunggu. Hal ini dikatakan bahwa setiap port pada switch memiliki collision domain sendiri yang sangat mempercepat pengiriman data pada jaringan. Hal inilah yang membuat switch lebih baik dari hub.
Gambar 6.6 Switch

5. Router
Router adalah peralatan jaringan yang dapat menghubungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain. Sepintas lalu, router mirip dengan bridge, namun router   lebih cerdas dibandingkan dengan bridge. Router bekerja dengan routing table yang disimpan di memorinya untuk membuat keputusan kemana dan bagaimana paket dikirimkan. Router dapat memutuskan route terbaik yang akan ditempuh oleh paket data. Router akan memutuskan media fisik jaringan yang disukai dan tidak disukai. Protokol routing dapat mengantisipasi berbagai kondisi yang tidak dimiliki oleh peralatan bridge. Router bekerja pada layer network.
Pada dunia nyata, sebuah router tidak berdiri sendiri, tapi saling bekerja sama dengan router-router lain, sehingga seolah-olah membetuk jaringan router yang kompleks.
Gambar 6.7 Router Cisco


6. Modem
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua- arah umumnya menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya.
Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat  dikirimkan  melalui  beberapa  media  telekomunikasi  seperti telepon dan radio. Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah   menjadi   sinyal   digital   kembali   dan   dikirimkan   kepada komputer. Terdapat dua jenis modem secara fisiknya, yaitu modem eksternal dan modem internal.

                     Gambar 6.9 Modem Eksternal        Gambar 6.8 Modem Interal

7. NIC (Network Interface Card)
NIC  merupakan  peralatan  jaringan  yang  langsung  berhubungan dengan komputer dan didesain agar komputer-komputer dalam jaringan dapat saling berkomunikasi. NIC juga menyediakan akses ke media fisik jaringan. NIC bekerja pada layer fisik OSI. NIC akan menghasilkan bit-bit data yang sebenarnya besaran fisis berupa listrik, gelombang  elektromagnetik  atau  cahaya.  Besaran  fisis Inilah yang kemudian di transmisikan melalui media jaringan.
Gambar 6.10 Network Interface Card

8. Wireless Adapter
Wireless Adapter pada prinsipnya mirip dengan NIC. Hanya saja wireless adapater merupakan interface end user ke jaringan wireless. Pada laptop-laptop jenis baru, wireless adapter sudah terintegrasi di dalamnya, dan biasa disebut PCMCIA. Untuk laptop dan PC yang belum tersedia, dapat digunakan wireless external.
Gambar 6.11 Wireless Adapter

Media Jaringan
Merupakan medium yang digunakan untuk mentransmisikan data
informasi dari pengirim ke penerima atau dari server ke client. Beberapa media dalam jaringan komputer adalah coaxial, tembaga, optik, dan wireless.

Gambar 6.12 Media Jaringan

Lebih  lanjut  tentang  media  jaringan,  telah  dibahas pada  bab  Konsep Transmisi Data.

12.3  MAN (Metropolitan Area Network)
Metropolitan Area Network menggunakan metode yang sama dengan LAN namun daerah cakupannya lebih luas.  Daerah cakupan MAN bisa satu RW, beberapa kantor yang berada dalam komplek yang sama, satu kota, bahkan satu provinsi. Dapat dikatakan MAN merupakan pengembangan dari LAN.
Gambar 6.12 Metropolitan Area Network

12.4  WAN (Wide Area Network)
Wide Area Network cakupannya lebih luas dari MAN. Cakupan WAN meliputi satu kawasan, satu negara, satu pulau, bahkan satu benua. Metode yang digunakan WAN hampir sama dengan LAN dan MAN.
Gambar 6.13 Metropolitan Area Network

12.5  Internet
Internet adalah interkoneksi jaringan-jaringan komputer yang ada di dunia.  Sehingga  cakupannya  sudah  mencapai  satu  planet,  bahkan  tidak menutup kemungkinan antarplanet. Koneksi antar jaringan komputer dapat dilakukan berkat dukungan protokol yang khas, yaitu IP (Internet Protocol).
Gambar 6.14 Jaringan Internet

12.6  Membangun LAN
Dalam membangun sebuah Local Area Network, terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan agar didapatkan kualitas jaringan yang baik, yaitu :

1)   Perbandingan tipe kabel dan jarak maksimum
Setiap   kabel   memiliki   karakteristik   yang   berbeda-beda.   Hal   ini
dipengaruhi  oleh  faktor  redaman  yang  bergantung  pada  bahan yang
digunakan.  Untuk  itu,  pemilihan  tipe  kabel  mutlak  diperlukan agar didapatkan jaringan yang luas dan kualitas yang bagus.
Gambar 6.15 Tipe kabel vs Jarak

2)   Pemilihan pengkabelan sesuai dengan perangkat yang digunakan
Terdapat 2 model pengkabelan pada LAN, yaitu RJ45 T568A dan RJ45
T568B. Berikut susunan kabel pada masing-masing model :
Gambar 6.16 Tipe Kabel RJ45 T568A dan RJ45 T568B

Dari masing-masing model tersebut, dapat dibuat susunan kabel sesuai dengan perangkat yang digunakan yaitu straight, crossover, dan rollover.

  • Straight
Sesuai  dengan  namanya,  susunan  kabel  UTP pada  mode  straight adalah lurus atau sama urutan warnanya antara ujung satu dengan ujung yang lain.
Mode straight digunakan pada interkoneksi perangkat :
o  Switch to router
o  Computer to switch
o  Computer to hub
Gambar 6.17 Mode Straight

  • Crossover
Mode Crossover digunakan pada interkoneksi :
Switch to switch
Switch to hub 
Hub to hub 
Router to router
Computer to computer
Computer to router
Gambar 6.17 Mode Straight

  • Rollover
Mode Rollover digunakan untuk menghubungkan PC dengan Router melalui port console.
Gambar 6.19 Mode Crossover

Penggunaan dari masing-masing mode dapat dilihat pada gambar berikut ini :


















0 comments:

Post a Comment