E-Book

Gratis Download E-Book tentang Sistem Telekomunikasi

Showing posts with label Sistem Telekomunikasi. Show all posts
Showing posts with label Sistem Telekomunikasi. Show all posts

Friday, March 22, 2013

KOMUNIKASI BERBASIS IP

Karakteristik Komunikasi Berbasis IP

IP atau internet protokol adalah protokol yang mengatur suatu data dapat dikenal dan dikirim dari satu komputer ke komputer lain. IP bersifat connectionless protocol. Ini berarti IP tidak melakukan error detection dan error correction. IP tidak melakukan handshake (pertukaran kontrol informasi) saat membangun sebuah koneksi, sebelum data dikirimkan. Padalah

handshake merupakan salah satu syarat agar sebuah koneksi baru dapat terjadi. Dengan demikian, IP bergantung pada layer lainnya untuk melakukan handshake.



Internet protocol memiliki lima fungsi utama, yaitu :

1. Mendefinisikan paket yang menjadi unit satuan terkecil pada transmisi data di internet.

2. Memindahkan data antara transport layer dan network layer.

3. Mendefinisikan skema pengalamatan internet atau

Sistem Komunikasi Serat Optik


Perkembangan dan penerapan teknologi komunikasi di dunia yang berkembang dengan cepat,secara langsung ataupun  tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan sistem telekomunikasi indonesia.Beroprasinya  satelit telekomunikasi palapadan kemudian pemakaian SKSO ( Sistem Telekomunikasi Serat Optik ) di indonesia merupakan bukti bahwa di indonesia juga mengikuti dan mempergunakan teknologi ini di bidang telekomunikasi.

SKSO ( Sistem Telekomunikasi Serat Optik ) merupakan suatu sistem komunikasi yang  menggunakan kabel serat optik sebagai saluran transmisinya yang dapat  menyalurkan informasi dengan kapasitas besar dan tingkat keandalan yang  tinggi. Secara umum metode point-to-point sistem transmisi terdiri dari tiga elemen dasar, yaitu transmitter,     tranduser elektrooptik, kabel serat optik, receiver.Dibawah ini akan menjelaskan sistem komunikasi serat optik melalui gambar:


Dari gambar di atas terdapat komponen tambahan yaitu optikal amplifier,konektor, splice, kopler, dan regenerator .Kabel optik dalam gambar diatas merupakan elemen terpenting dalam link serat optik.Sebagai tambahan untuk melindungi serat gelas selama instalasi dan layanan, kabel tersebut berisi kawat yang berfungsi untuk memberi daya pada amplifier atau generator sinyal.Seperti pada kabel tembaga ,serat optik juga dapat diinstal baik di udara, dalam duct, di bawah laut, atau di kubur langsung di dalam tanah.Panjang segmen kabel terpendek , cenderung digunakan dalam duct. Untuk segmen yang lebih panjang digunakan dalam kabel udara, kubur langsung atau aplikasi bawah laut.

Setelah kabel diinstal, sumber cahaya yang secara dimensi kompatibel dengan inti serat digunakan untuk memberikan daya optik ke dalam serat. Untuk itu dapat digunakan LED atau LASER. Input sinyal elektrik dapat berupa sinyal analog ataupun sinyal digital. Untuk sistem kecepatan tinggi ( > 1 Gbps), modulasi langsung dapat menyebabkan distorsi sinyal, untuk itu digunakan modulator eksternal. Dimana di dalam serat optik terdapat  sinyal  yang akan mengalami redaman, dan dispersi. Desain penerima optik lebih kompleks dibandingkan pengirim optik.

Figure of merit dari penerima optik adalah daya optik minimum yang dibutuhkan untuk mendapatkan probabilitas error yang cukup untuk sistem digital atau Signal to Noise ratio (SNR) yang cukup besar bagi sistem analog. Gambar Sistem Komunikasi Serat Optik di  atas hanya menggambarkan link optik secara point-to-point. Sistem komunikasi serat optik yang lebih kompleks adalah jaringan komunikasi serat optik.


Gambar instalasi kabel Optik


menggambarkan instalasi kabel optik dalam dunia nyata di lingkungan kita sehari – hari, bisa dikatakan sistem ini lebih kompleks karena sudah mencakup sistem komunikasi serat optik secara keseluruhan. Bahkan juga sudah tercakup penanaman kabel bawah laut dimana di butuhkan generator pada sistem komunikasi serat optik.

Seperti pada pengertian sebelumnya dari Sistem Komunikasi Serat Optik, bahwa informasi ditumpangkan pada cahaya, jadi kita harus mengerti tentang cahaya itu sendiri, baik perambatannya, sifat-sifatnya dan semuanya akan dibahas pada teori cahaya.

| 1 Splice = Sambungan| 2 Coupler|3 Regenerator = Penguat Sinyal|
           
Dalam Sistem komunikasi serat optik juga memiliki keuntungan dan kerugian sebagai media transmisi sebagai berikut :

A. Keuntungan menggunakan serat optik sebagai media transmisi yaitu:
  1. Mempunyai lebar pita frekuensi (bandwith yang lebar).
  2. Redaman sangat rendah dibandingkan dengan kabel yang terbuat dari tembaga.
  3. Kebal terhadap gangguan gelombang elektromagnet.
  4. Dapat menyalurkan informasi digital dengan kecepatan tinggi.
  5. Ukuran dan berat fiber optik kecil dan ringan.
  6. Tidak mengalirkan arus listrik.


B. Kerugian menggunakan serat optik sebagai media transmisi yaitu:

  1. Konstruksi fiber optik lemah sehingga dalam pemakaiannya diperlukan lapisan penguat sebagai proteksi.
  2. Karakteristik transmisi dapat berubah bila terjadi tekanan dari luar yang berlebihan.
  3. Tidak dapat dialiri arus listrik, sehingga tidak dapat memberikan catuan pada pemasangan repeater. 


Sumber :

Cristian,ade.2010.Sistem Komunikasi Serat Optik.

Thursday, March 21, 2013

Perkembangan Sistem Komunikasi Bergerak


NAMA : Andrian Risky Rahman
NIM     : 115514018
Perkembangan Sistem Komunikasi Bergerak

Awal penggunaan dari sistem komunikasi bergerak dimulai pada awal tahun 1970-an. Dan untuk mengakomodasi kebutuhan user akan jenis layanan (speech, multimedia dan data), dikembangkanlah  berbagai generasi dari sistem seluler.  Perbedaan antara  masing-masing generasi secara umum terletak pada penggunaan teknologi utamanya (analog atau digital) dan jenis layanan yang disediakan.

-           Generasi Pertama (1ST Generation)
Hampir semua sistem komunikasi bergerak generasi pertama adalah sistem analog murni, yang ditransmisikan secara langsung dari sistem telepon berbasis kabel (wired) ke sistem  seluler.  Contoh-contoh  aplikasi  dari  generasi  pertama  diantaranya  adalah  NTT (Nippon Telephone and Telegraph Corporation), TACS (Total Access Communication System), dan AMPS (Advanced Mobile Phone System).

-           Generasi Kedua ( 2ND Generation )
Berbeda dari generasi pertama, sistem komunikasi bergerak pada generasi kedua (2G) adalah sistem yang digital. Tujuan dari 2G adalah untuk menyediakan kualitas komunikasi yang handal. Untuk memuat data yang telah disampling digunakan speech coding, sedangkan error control coding digunakan juga sebagai modulasi digital untuk meningkatkan kualitas komunikasi. Beberapa contoh 2G antara lain USDC (United States Digital Cellular), GSM (Global System for Mobile telecommunication), dan IS-95 CDMA (Code Division Multiple Access).

-           Generasi Ketiga (3RD Generation)
Sistem generasi ketiga  ini telah diaplikasikan dan sedang dalam tahap komersial. Sebutan yang biasa diberikan pada sistem ini adalah3G/UMTS (3RD Generation / Universal Mobile Telecommunications System). Sistem ini adalah sistem digital,  sama seperti pada sistem generasi kedua,  hanya  saja sistem  ini dirancang  untuk  kebutuhan  layanan digital secara umum. Dimana komunikasi suara hanyalah salah satu dari layanan tersebut. Layanan lain yang mampu diberikan antara lain data, video, dan multimedia. Berikut ini adalah dua variasi dalam UMTS yang menggunakan metode akses yang berbeda, yaitu:

1.   Mode  FDD  (Frequency  Division  Duplex)  atau  yang  disebut  Wideband  CDMA (WCDMA). Sistem ini merupakan versi Eropa. WCDMA adalah DS-CDMA dengan
bandwidth yang tinggi, diperkenalkan di beberapa negara Eropa selama tahun 2003.

2.   Mode  TDD  atau  yang  disebut  Time  Division  Synchronous  CDMA  (TDSCDMA).
Sistem ini merupakan versi China, yang berbasis pada TDD (Time Division Duplex) dan DS-CDMA. TDD secara sederhana berarti komunikasi dua arah yang dicapai dengan  mendefisikan  waktu. 



Arsitektur Jaringan
Arsitektur jaringan merupakan gambaran jaringan yang digunakan pada sistem digital yaitu GSM dan 3G/ UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service).

GSM
Sebuah jaringan GSM dibangun dari beberapa komponen fungsional yang memiliki fungsi dan interface masing-masing yang spesifik. Secara umum jaringan GSM dapat dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu :
- Mobile Station
- Base Station Subsystem
- Network Subsystem

HSPA (High Speed Packet Access)
W-CDMA atau yang juga dikenal dengan standard 3GPP Release 99, mampu menyediakan bit rate hingga 384 Kbps. Namun demikian, W-CDMA masih belum dianggap cukup untuk mendukung berbagai aplikasi lain yang bersifat interaktif dan membutuhkan bit rate yang lebih tinggi seperti video conference dan Real time Voice over IP (VoIP).
HSPA (High Speed Packet Access) merupakan pengembangan dari sistem UMTS. HSPA mengarah kepada pengembangan yang dibuat pada downlink UMTS, yang disebut HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dan pengembangan yang dibuat pada uplink UMTS, sering disebut HSUPA (High Speed Uplink Packet Access) atau E-DCH (Enhanced Dedicated Channel). HSDPA mampu menyediakan kecepatan transmisi data hingga 14.4 Mbps tiap user. Keduanya, baik HSDPA maupun HSUPA dapat diimplementasikan pada standard 5 MHz carrier dari jaringan UMTS dan dapat berada dan saling bekerja dengan generasi pertama jaringan UMTS yang berdasarkan standard 3GPP Release 99 (R99).

HSDPA (High Speed Downlink Packet Access)
Pada HSDPA dikenalkan beberapa teknik baru untuk Radio Access Network (RAN), dimana ketika teknik tersebut digabungkan akan menghasilkan kemajuan yang signifikan, baik bagi operator maupun end user. Teknik tersebut antara lain :

-          High Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH).
o   Berupa kanal radio yang secara simultan dapat digunakan bersama-sama oleh banyak (multiple) user.
-          Transmision Time Interval (TTI) 2ms
o   Transmision Time Interval (TTI) 2ms, yang mampu menyediakan kecepatan transmisi lebih besar pada layer fisik. Dibandingkan dengan W-CDMA yang memiliki TTI 10 ms, hal ini berarti kemampuan beradaptasi kanal yang lebih cepat terhadap perubahan kondisi propagasi.
-          Penjadwalan Trafik Cepat (fast traffic scheduling)
o   Penjadwalan trafik cepat (fast traffic scheduling) yang berarti bahwa variasi yang terjadi dari perubahan kondisi radio dapat diakomodasikan dan BTS mampu mengalokasikan kapasitas sel sebanyak user tertentu untuk periode waktu yang pendek. Hal ini berarti seorang user dapat menerima sebanyak data sepanjang kondisi radio tersebut memungkinkan
-          Adaptive Modulation and Coding (AMC)
o   Dengan adaptasi saluran yang cepat. Ini berarti bahwa format modulasi dan coding dapat dirubah berdasarkan variasi dari kondisi kanal, mengarah ke data rate yang lebih tinggi untuk user dengan kondisi radio tertentu. Jika pada UMTS Release 99 yang menggunakan hanya modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK), maka HSDPA menyediakan kemampuan untuk menggunakan 16-QAM ketika saluran sedang dalam kondisi yang cukup sempurna, sehingga dapat menaikkan data rate secara signifikan.


-          Pengiriman Kembali (Retransmision)
o   Pengiriman kembali (retransmision) berdasarkan pada teknik Hybrid Automatic Response  reQuest  (HARQ)  yang  mampu  mengirimkan  kembali  paket-paket  yang  gagal dalam sebuah windo w 10ms dan menjamin bahwa throughput TCP dalam keadaan tinggi. Dengan menggunakan beberapa pendekatan tersebut, semua user, baik dekat atau jauh dari base station dapat menerima data rate yang optimum. 

-          HSUPA (High Speed Uplink Packet Access)
o   Sama halnya dengan HSDPA untuk downlink, HSUPA didefinisikan sebagai radio interface baru untuk komunikasi uplink. Tujuan kesemuanya adalah untuk meningkatkan coverage  dan  throughput  bersamaan  dengan  mengurangi  delay  pada  kanal  transport uplinknya. Dari sudut pandang 3GPP, standard awalnya disetujui pada bulan Desember 2004, dan aspek performansinya diselesaikan selama musim panas 2005. E-DCH (Enhanced Dedicated Channel) adalah nama yang diadopsi dari 3GPP untuk HSUPA yang termasuk ke dalam 3GPP Release 6.




Tuesday, March 19, 2013

Sistem Telekomunikasi

NAMA : ARIF NUR HIDAYAT
NIM : 115514228

Telekomunikasi terdiri dari dua kata. “Tele” dan “komunikasi”. “Tele” berarti jauh dan “komunikasi” berarti berhubungan atau saling tukar informasi antar dua pihak, baik itu suara, huruf atau bahkan dengan simbol.

Berarti Telekomunikasi adalah peristiwa pertukaran informasi ( komunikasi ) dari suatu tempat ke tempat lain dalam jarak yang jauh. 

Hasil dari Telekomunikasi adalah informasi

Jadi “Sistem Telekomunikasi” adalah sistem untuk mengomunikasikan data atau informasi dari satu lokasi ke lokasi yang lain

Model Sistem Komunikasi Listrik Dasar

Terdapat Pemancar -> Media Transmisi -> Penerima

1. Terminal pemancar dan penerima
2. Media Transmisi, hal-hal yang menyangkut media atau kanal transmisi diantaranya:

  • Bentuk media transmisi
  • Kapasitas chanel transmisi
  • Tipe kanal transmisi
  • Mode transmisi
Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.

Kegunaan media transmisi
Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.

Jenis Media Transmisi

Guided Transmission Media
Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel.

Twisted Pair Cable








Twisted pair cable atau kabel pasangan berpilin terdiri dari dua buah konduktor yang digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel Unshielded twisted-pair (UTP), dan crosstalk yang terjadi di antara kabel yang berdekatan.

Ada dua macam Twisted Pair Cable, yaitu :
  1. Kabel STP dan UTP. Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise.
  2. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di sekelilingnya.

Coaxial Cable
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial, yaitu thick coaxial cab le (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).

Keunggulan kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain.

Kelemahan kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.

Fiber Optic

Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.

Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar.

Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini.

Unguided Transmission Media
Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.

Gelombang mikro
Gelombang mikro (microwave) merupakan bentuk gelombang radio yang beroperasi pada frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz), yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF. Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN, warnet dan penyedia layanan internet (ISP).
Keuntungan menggunakan gelombang mikro adalah akuisisi antar menara tidak begitu dibutuhkan, dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil.
Kelemahan gelombang mikro adalah rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh pesawat terbang yang melintas di atasnya.

Satelit

Satelit adalah media transmisi yang fungsi utamanya menerima sinyal dari stasiun bumi dan meneruskannya ke stasiun bumi lain. Satelit yang mengorbit pada ketinggian 36.000 km di atas bumi memiliki angular orbital velocity yang sama dengan orbital velocity bumi. Hal ini menyebabkan posisi satelit akan relatif stasioner terhadap bumi (geostationary), apabila satelit tersebut mengorbit di atas khatulistiwa. Pada prinsipnya, dengan menempatkan tiga buah satelit geostationary pada posisi yang tepat dapat menjangkau seluruh permukaan bumi.

Keuntungan satelit adalah lebih murah dibandingkan dengan menggelar kabel antar benua, dapat menjangkau permukaan bumi yang luas, termasuk daerah terpencil dengan populasi rendah, meningkatnya trafik telekomunikasi antar benua membuat sistem satelit cukup menarik secara komersial.

Kekurangannya satelit adalah keterbatasan teknologi untuk penggunaan antena satelit dengan ukuran yang besar, biaya investasi dan asuransi satelit yang masih mahal, atmospheric losses yang besar untuk frekuensi di atas 30 GHz membatasi penggunaan frequency carrier.
Adalah jenis dari microwave yang menggunakan satellite untuk mengirimkan sinyal ke transmitter atau parabola. Satellite microwave mengirimkan sinyal secara menyeluruh ke setiap transmitter.

Inframerah
Inframerah biasa digunakan untuk komunikasi jarak dekat, dengan kecepatan 4 Mbps. Dalam penggunaannya untuk pengendalian jarak jauh, misalnya remote control pada televisi serta alat elektronik lainnya. Keuntungan inframerah adalah kebal terhadap interferensi radio dan elekromagnetik, inframerah mudah dibuat dan murah, instalasi mudah, mudah dipindah-pindah, keamanan lebih tinggi daripada gelombang radio. Kelemahan inframerah adalah jarak terbatas, tidak dapat menembus dinding, harus ada lintasan lurus dari pengirim dan penerima, tidak dapat digunakan di luar ruangan karena akan terganggu oleh cahaya matahari.

Kapasitas Channel Transmisi
Band with (lebar band) menunjukkan sejumlah data yang dapat ditransmisikan untuk satu unit waktu yang dinyatakan dalam satuan bits per second (bps) atau satuan character per second (cps). Kapasitas transfer rate (tingkat penyaluran) digolongkan dalam:

Tipe Kanal Transmisi
  1. Satu arah (oneway transmission) merupakan kanal transmisi yang hanya dapat membawa informasi data dalam bentuk satu arah saja. Contohnya siaran Radio atau Televisi
  2. Dua arah (two way transmission / half duplex disingkat HDX)  merupakan kanal transmisi dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah yang bergantian. Contohnya Radio CB, Walkie-talkie
  3. Dua arah serentak (both way transmission / full duplex disingkat FDX) merupakan kanal transmisi dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah serentak. Contoh komunikasi lewat telepon.

Mode Transmisi
  1. Mode transmisi paralel, dimana semua bit dari karakter yang diwakili oleh suatu kode ditransmisikan secara serentak satu karakter tiap saat.
  2. Mode transmisi seri, dimana mode transmisi masing-masing dari suatu karakter dikirim secara berurutan yaitu bit per bit, satu bit diikuti oleh bit berikutnya. Bentuk transmisi seri yaitu:
    • Synchronous transmission (waktu pegiriman bit dari sumber dan waktu penerimaan bit oleh penerima harus sama)
    • Asynchronous transmission (Pengirim dapat mentransmisikan karakter pada interval waktu yang berbeda)



Sumber :